Mari Bergerak Bersama Memberantas Agen Judi Togel Online

Mari Bergerak Bersama Memberantas Agen Judi Togel Online

Mari Bergerak Bersama Memberantas Agen Judi Togel Online

Agen Judi Togel – Perjudian memang sering memicu dan memancing timbulnya masalah sosial serta hal negatif lainya. Namun kebiasaan buruk ini sudah terlanjur tertanam di masyarakat dan sudah berakar menjadi seuatu kebudayaan.

Begitu pula di Indonesia, dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, sering kita dengar bahkan kita jumpai praktik perjudian ilegal dalam skala besar maupun kecil. Mulai dari judi kecil seperti permainan kartu 52 dek sederhana ataupun kartu domino qiu-qiu di pos kamling desa-desa, sabung ayam atau tarung ayam, judi togel online (Semua pasaran termasuk pasaran togel Hongkong, togel Singapore, dan togel Sydney), judi bola saat ada pertadangan besar serta event sepak bola besar, bahkan hingga balapan liar dengan nominal tinggi.

Mari Bergerak Bersama Memberantas Agen Judi Togel Online

Judi ibarat telah lekat dan berakar di indonesia. Predikat negara dengan populisai muslim terbesar di dunia (karena mayoritas agama di Indonesia adalah agama islam) tidak cukup membuat para penjudi dan event judi berlangsung disini.

Seperti yang kita tahu sebelumnya dalam ajaran islam itu sendiri, perjudian tidak dibenarkan dan diharamkan karena dapat memicu efek dan dampak-dampak negatif yang sangat besar dan serius.

Pembuat kebijakan peraturan dalm hal ini pemerintah, sebenarnya sudah melakukan dan menerbitkan serta memberlakukan aturan-aturan dan undang-undang yang bertujuan untuk menertibkan serta melarang judi dan segala aktivitasnya.

Namun tetap saja para pelaku perjudian tidak merasa gentar dan merasa jera walaupun mereka pernah sekali maupun berkali-kali keluar masuk bui. Lantas apa yang salah dan apa yang kurang dari penegakan hukum ini? Mengapa judi masih marak di indonesia?

  1. Darimana Akar Masalah Perjudian?

Perjudian dianggap sebagai hal yang tabu di indonesia. Pola pikir yang keliru akan hal ini sering kali menjadi alasan utama kenapa judi masih marak di negara kita tercinta. Seolah telah berakar, budaya judi dianggap menjadi solusi saat kita membutuhkan dana instan dengan proses cepat selain berhutang dan melakukan pinjaman uang di bank atau di lembaga berkaitan lainnya.

Namun hal ini justru keliru, judi justru akan memperparah kondisi keuangan masyarakat, terutama untuk mereka yang memerlukan pasokan dana secara instan. Perjudian hanya akan membuat masyarakat menjadi malas.

Kenapa demikian? Hal ini sering terjadi ketika seseorang pernah memenangkan pertandingan judi. Dalam waktu yang relatif singkat bahkan dalam hitungan jam hingga menit, mereka mampu menghasilkan uang dengan status bekerja sebagai penjudi dibandingan dengan pekerjaan lain yang menuntun satu bulan penuh bekerja baru mendapatkan upah ataupun gaji.

Jika pemain judi tersebut pernah minimal sekali merasakan kemenangan di judi, fenomena candu akan terus menghantui mereka. Membuat mereka selalu ingin mendapatkan lebih karena caranya sangat mudah, simple, sederhana dan juga cepat.

Berbeda jika mereka para pemain judi merasakan kekalahan tentu mood mereka akan turun. Candu akan bermain judi akan memaksa mereka untuk segera mengupayakan berbagai macam cara supaya seminimal-minimalnya mereka dapat menutup modal.

Sayangnya, ketika modal sudah kembali, mereka akan memulai bermain judi kembali dan lingkaran perjudian ini tidak akan berhenti kecuali kesadaran yang timbul di pribadi pemain judi itu sendiri.

  1. Upaya Pelarangan Tindakan Perjudian oleh Pemerintah

Upaya pemerintah dalam memberantas perjudian yang merusak moral serta meresahkan masyarakat, tertuang nyata dalam Undang-Undang dan diatur oleh hukum yang berlaku sampai sekarang, yaitu dalam Undang Undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian. Kemudian tidak pidana tersebut selanjutnya diatur dalam hukum pidana mengacu pada pasal 303 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal 303 KUHP, berbunyi:

“(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat izin:

Ke-1   dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu;

Ke-2   dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata-cara;

Ke-3   menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencarian.”

Bahkan untuk fenomena perjudian online yang kian marak di masyarakat belakangan ini pun juga telah diatur dalam peraturan yang tertera pada pasal 27 ayat (2) UU ITE yang berbunyi:

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.”

Sedangkan untuk ancaman atau hukaman pagi pelanggar diberlakukan pasal 45 ayat (2) UU 19/2016 yang berbunyi:

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.”

  1. Strategi dan Upaya Penegakan Hukum

Pemerintah sudah mengeluarkan instrumen yang kuat untuk menangkap dan menghukum pelaku perjudian. Memang sangat diharapkan peran serta masyarakat dalam keikutsertaannya memerangi perjudian yang kian hari kian meresahkan. Penegak serta penjaga keamanan seperti polisi dan kamtib serta warga masyarakat tingkat RT/RW pun sudah selayaknya diikutsertakan dalam upaya pemberantasan perjudian di bumi pertiwi.

Langkah-langkah preventif, represif, serta revormatif pun harus diupayakan serta dirancang secara optimal sehingga dalam pelaksanaanya dapat berjalan secara maksimal. Upaya pemberantasan perjudian tak akan pernah usai jika hanya dilakukan oleh satu pihak penegak hukum saja. Maka dari itu marilah kita bersama menegakkan larangan judi dan menjauhi kegiatan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *