Larangan Judi Sabung Ayam yang Merajalela dan Meresahkan Masyarakat

Larangan Judi Sabung Ayam yang Merajalela dan Meresahkan Masyarakat

Bandarqq – Perjudian dimasyarakat sudah bukan hal baru lagi disekitar kita. Para pelaku perjudian atau oknum yang melindunginya juga tetap saja masih ada dan merajalela. Namun, bukan berarti tidak ada orang baik atau oknum yang tetap berusaha keras untuk memberantas perjudian dimanapun mereka berada. Baik secara offline maupun online, perjudian dalam bentuk apapun memang seharusnya diberantas habis.

Permainan judi semakin hari kian meresahkan masyarakat saja. Pasalnya, teknologi yang sudah sangat canggih begitu memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses permainan ini dengan mudah. Padahal, agama dan negara sudah secara tegas dan lugas melarang permainan ini.

Baru-baru ini gubernur Nusa Tenggara Timur menyampaikan keresahaannya dengan membentuk rapat terbuka. Pertemuan tersebut dihadiri oleh bupati dan wakit bupati, kepala camat dan lurah, kepala desa, pemuka agama, dan juga tokoh masyarakat. Tidak ketinggalan tenaga kesehatan dan tenaga pendidik se-kota Balu turut serta dalam rapat tersebut.

Acara yang diadakan di Graha Kirani tersebut dilatarbelakangi akibat keresahan berbagai pihak terkait dampak perjudian yang melanda daerah mereka. Perjudian ternyata telah mengubah gaya hidup sebagian masyarakat di sana.

Tercatat sebanyak 31.59 persen atau sekitar 200 ribu anak usia sekolah yang berumur 7-21 tahun tidak mau lagi bersekolah karena lebih memilih untuk mendapatkan uang dengan cara berjudi. Hal ini berdasarkan salah satu riset yang dilakukan untuk mengamati kehidupan masyarakat di Kabupaten Belu terkait permainan judi.

Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan jika perjudian sudah menjadi semakin meresahkan semua pihak. Bahkan para pemuka agama juga telah mengirimkan surat kepada presiden untuk meminta pemerintah bisa bersikap tegas terkait permainan judi tersebut.

Begitu juga dengan masyarakat pedesaan atau bahkan masyarakat kota dengan penduduk kelas menengah ke bawah. Sampai saat ini, bentuk perjudian secara offline di desa alias judi sabung ayam atau judi kartu remi bandarqq dengan taruhan masih tumbuh subur, bahkan kian merajalela. Tetapi mungkin untuk saat pandemi corona seperti sekarang, intensitas perjudian menurun drastis.

Perjudian offline alias perjudian langsung, terutama judi sabung ayam sebenarnya jelas- jelas sudah dilarang. Karena judi sabung ayam juga jelas- jelas merupakan pertaruhan dengan sengaja, maka larangan judi sabung ayam ini sudah masuk kedalam undang- undang penertiban perjudian yang ada dalam pasal 30 KUHP, 303 KUHP dan juga UU no.7 thn 1974. Sebenarnya tidak hanya judi offline saja yang kian meresahkan masyarakat. Judi online pun tetap tumbuh subur dan merajalela di dunia maya.

Judi online alias casino online sekilas memang hanya seperti game online biasa. Namun yang menjadikan hukumnya menjadi jenis perjudian adalah karena adanya barang atau sesuatu yang dipertaruhkan. Judi online marak dilakukan oleh masyarakat dengan kelas menengah ke atas, kaum dengan banyak duit yang memang sengaja menghamburkan uang mereka untuk bersenang- senang.

Meskipun begitu, judi online ini juga banyak dilakukan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah karena mereka menganggap judi online sebagai keberuntungan. Bahkan, mereka menganggap bahwa uang orang kaya harus dihabiskan dan dialihkan ke mereka. Berbeda dengan orang kaya yang memang melakukan judi karena motif bersenang- senang dan menghabiskan uang, motif pelaku judi dari masyarakat kelas menengah ke bawah adalah untuk mendapatkan uang secara instan.

Kembali ke larangan judi sabung ayam, sebenarnya judi jenis ini bisa saja diberantas jika semua kalangan yang bersangkutan bisa bekerja sama. Misal, si A gemar mengikuti judi sabung ayam, salah satu keluarganya, si B mengingatkan untuk berhenti dan memberi alternatif lain, misal memberi pekerjaan. Cara ini saja sebenarnya sudah memutus rantai perjudian. Namun sayang, tidak semua orang mampu menerima nasihat yang baik. Ada sebagian orang juga yang kebal dan anti nasihat.

Begitu juga dengan aparat setempat. Peran aparat setempat yang mampu dan sigap menangani dan menghentikan perjudian sabung ayam tetu akan sangat berpengaruh besar pada pemutusan rantai perjudian. Intinya semua lapisan masyarakat haruslah saling support dan tansparant dalam memutus rantai perjudian, terutama perjudian offline alias judi sabung ayam.

Sebenarnya judi sabung ayam sekarang ini juga tidak hanya dilakukan secara offline saja. Sudah banyak pelaku judi sabung ayam yang mengikuti perjudian sabung ayam secara online. Judi sabung ayam online sistemnya hampir sama seperti judi bola, yang mana dalam suatu perkumpulan diadakan pertandingan ayam yang sebelum bertanding para pemain judi ini sudah harus menentukan ayam siapakah yang akan menang.

Baik judi sabung ayam secara online maupun offline, keduanya sama- sama di larang dan mengakibatkan kerugian di tengah masyakat. Larangan judi sabung ayam ini tentu saja bukan tidak berdasar, pasalnya dengan adanya perjudian ini, banyak pihak yang akan kena imbasnya dan akan menderita kerugian yang besar. Pelaku judipun akan dikenai sangsi, baik sangsi sosial maupun sangsi material.

Adapun akibat dari perjudian ini juga tidak hanya berimbas langsung pada para penjudinya saja. Keluarga dan anak- anakpun akan terkena imbasnya dan ikut mendapatkan sangsi sosial. Misalnya, anak kecil yang bapaknya suka berjudi sabung ayam akan banyak dijauhi oleh teman- temannya. Kenapa demikian? Karena ibu mereka tentu akan melarang anaknya bergaul dengan anaknya penjudi.

Demikian artikel tentang larangan judi sabung ayam yang meresahkan masyarakat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Sebisa mungkin bantulah atau ingatkan jika ada saudara atau teman Anda yang sudah kecanduan judi sabung ayam ini. Terima kasih sudah berkunjung kemari, sampai jumpa di artikel berikutnya!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *